Sukomoro, Nganjuk — Suasana Masjid Baiturrochmah Putren, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk tampak semarak menjelang waktu berbuka puasa pada Kamis, 12 Maret 2026. Ratusan warga dari berbagai unsur organisasi kemasyarakatan Islam berkumpul dalam kegiatan Iftar Akbar Bersama Umat yang diselenggarakan atas kolaborasi MWC NU Sukomoro dan KUA Kecamatan Sukomoro. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program The Most KUA — Move for Sakinah Maslahat Ramadan 1447H/2026M yang digagas oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama RI.
Hadir dalam kegiatan tersebut segenap pengurus dan anggota MWC NU Sukomoro beserta seluruh badan otonom dan lembaga di lingkungannya — mulai dari Fatayat NU, GP Ansor, Banser, hingga jamaah umum dari berbagai penjuru Kecamatan Sukomoro. Kebersamaan lintas generasi dan lintas peran ini menjadikan Iftar Akbar kali ini terasa lebih dari sekadar acara buka puasa bersama — ia menjelma menjadi ruang silaturahmi yang hangat sekaligus forum penguatan nilai-nilai keluarga di bulan yang penuh berkah.
Sebelum waktu berbuka tiba, KUA Kecamatan Sukomoro memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan tausiyah bertema “Keluarga Sakinah sebagai Pilar Umat: Menjaga Mawaddah dan Rahmah di Tengah Tantangan Zaman”. Tausiyah disampaikan oleh penyuluh agama Islam KUA Sukomoro dengan pendekatan yang hangat, membumi, dan penuh semangat — menjadikan materi terasa dekat dengan keseharian jamaah yang hadir.
Dalam tausiyahnya, narasumber mengajak seluruh hadirin untuk merefleksikan kembali makna keluarga sakinah yang sesungguhnya. Berlandaskan QS. Ar-Rum ayat 21, ditegaskan bahwa Allah SWT telah menanamkan mawaddah dan rahmah sebagai bekal utama dalam pernikahan — dua kekuatan yang apabila dijaga dengan sungguh-sungguh akan menjadikan keluarga sebagai tempat paling nyaman di dunia. Narasumber juga mengingatkan bahwa keluarga yang sakinah bukan keluarga yang bebas dari masalah, melainkan keluarga yang mampu menghadapi masalah bersama dengan penuh kesabaran, komunikasi yang jujur, dan keimanan yang kokoh.
Materi juga menyentuh tantangan nyata yang dihadapi keluarga Muslim di era modern — mulai dari tekanan ekonomi, pengaruh media sosial, hingga pergeseran nilai-nilai dalam kehidupan rumah tangga. Jamaah diingatkan bahwa di tengah segala tantangan tersebut, keluarga yang kuat adalah benteng terbaik bagi setiap anggotanya, sekaligus kontribusi paling nyata bagi kekuatan umat dan bangsa.
Suasana tausiyah yang berlangsung menjelang Maghrib terasa khusyuk namun penuh kehangatan. Para peserta dari unsur Fatayat dan ibu-ibu jamaah tampak larut mendengarkan, sementara para pemuda dari GP Ansor dan Banser pun hadir dengan penuh perhatian. Tidak sedikit yang mengangguk pelan, seolah pesan-pesan yang disampaikan malam itu menyentuh bagian terdalam dari pengalaman mereka sebagai anggota keluarga.
Kepala KUA Sukomoro, Moh. Syamsul Fu’ad, S.H.I, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. “Iftar Akbar bukan sekadar momen makan bersama. Bagi kami, ini adalah kesempatan emas untuk hadir di tengah masyarakat, berbagi ilmu, dan saling menguatkan sebagai sesama umat yang sedang berjuang membangun keluarga yang baik. Semoga apa yang disampaikan malam ini menjadi bekal yang terus diamalkan jauh setelah Ramadan usai,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama menjelang adzan Maghrib, dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama seluruh peserta dalam suasana yang penuh keakraban dan kekeluargaan. Kolaborasi yang terjalin antara KUA Sukomoro dan MWC NU Sukomoro dalam kegiatan ini diharapkan menjadi model kemitraan yang terus diperkuat demi terwujudnya keluarga-keluarga sakinah di seluruh pelosok Kecamatan Sukomoro.
Informasi lebih lanjut tentang program dan kegiatan KUA Sukomoro dapat diikuti melalui akun media sosial resmi @kua.sukomoronganjuk.
#TheMostKUA #KUABergerak #KeluargaSakinahMaslahat #KemenagBerdampak #JoyfulRamadanMubarak1447H


💬 Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
✍️ Tinggalkan Komentar